CerCur: Kisah Rahwana Dan Negeri Alengka -Episode1-

Rahwana by wayang.wordpress.com Orang selalu bilang klo aku ini makhluk yang sangat kejam, tapi mereka tidak tahu apa yang ada didalam hatiku yang sebenarnya.

Namaku Rahwana, aku lahir dari seorang ibu bernama Kaikesi, Puteri dari Sumali seorang raja dari kaum Detya.
Orang-orang selalu memandangku dengan sebelah mata, mereka melihatku bagaikan raksasa yang haus darah, pembunuh, penculik putri-putri cantik, dan yang lainnya. Mereka tidak tahu apa yang sebenarnya ada dalam hatiku.

Aku ini sebenarnya baik hati, tidak tega memukul yang lemah, dan suka mendengarkan lagu-lagu yang easy listening, seperti lagunya Kangen Band, The Bagindas, Zivillia, dan Duo Maya. Tapi karena Duo Maya sudah jarang tampil di Televisi, akhirnya aku pun beralih jadi fans The Sister, karena terkagum-kagum dengan kecantikan Shireen Sungkar saat berakting di sinetron ‘Cinta Fitri’.

Mungkin keadaan dan waktu yang kurang tepat saja yang membuatku dibenci oleh orang-orang, seperti kejadian pada saat itu.

Suatu hari dimusim duren, Rahwana mengajak prajurit-prajuritnya bertamasya ke negeri Alengka, konon katanya Alengka adalah kota yang asri nan permai. Pantai yang indah tempat sempurna untuk melihat Sunset, ombak yang mendayu dengan kencangnya cocok untuk para prajurit-prajuritnya jika ingin bermain Selancar, dan hutan-hutan yang alami tempat berkicaunya burung-burung pelatuk kecil, Visit Alengka 2010/2011.

Setidaknya itulah yang sering didengar oleh Rahwana di Televisi saat jeda komersial ketika menonton ‘Cinta Fitri’,

Rahwana sengaja mengajak prajurit-prajuritnya rekreasi ke negeri Alengka agar mereka bisa terhibur dari kesuntukannya berjaga siang dan malam. Namun apa daya, orang-orang berpikiran lain tentang kedatanganya ke Alengka. Mungkin karena wajahnya yang kurang rupawan dan Dia membawa beribu-ribu pasukan kesana, penduduk Alengka berpikir bahwa Rahwana akan menyerang dan merebut negeri Alengka.

“Bagaimana mereka bisa berpikir sedemikian rupa sedangkan aku ini bahkan tidak tega untuk memukul seekor nyamuk yang sedang menggigit bokongku ini.” Pikir Rahwana dalam hati.

Mungkin peribahasa “Dont judge a book from the cover” memang cocok bagi Rahwana.
Sementara Rahwana sibuk dengan nyamuk yang menggigit bokongnya, para prajurit Alengka bersiaga untuk menghadang pasukan Rahwana yang beribu-ribu jumlahnya, Komandan pasukan Alengka pun bertanya maksud kedatangan Rahwana ke negeri Alengka.

Komandan Alengka: “Wahai engkau Rahwana, putra dari Kaikesi dan Wisrawa, kakak dari Wibisana. Apa maksud kedatanganmu kemari?”

Rahwana yang gagah berani selalu berada dibarisan paling depan jika sedang berperang atau berpergian dengan prajuritnya, terlebih dia adalah seorang Raja di Raja.

Rahwana: “Aku datang kemari tidak lain dan tidak bukan hanya untuk…”

Belum sempat Rahwana menyelesaikan perkataannya, seorang anak yang sedang bermain “lempar telur busuk” bersama temannya melesatkan telur busuknya secara tidak sengaja ke muka Rahwana.

Merasa rajanya telah dihina oleh penduduk Alengka, para prajurit yang dibawa Rahwana pun menjadi geram dan amarahnya pun meluap-luap bagai lahar gunung merapi.
(maklum udah gak tidur beberapa hari karena sibuk jaga malam, terlebih lagi karena terhalangnya rencana rekreasi ke negeri Alengka)

Prajurit Rahwana: “Kurang ajar sekali kalian berani melempari Raja kami dengan telur busuk.” (berarti klo dengan telur ceplok gak apa-apa!!)
“Tidak tahukah kalian kalau raja kami ini adalah Raja segala Raja. Beliau bahkan telah  mengalahkan Raja hutan Lion King, sehingga beliau mendapatkan gelar ‘Raja Singa’.” Lantang sang prajurit.

Tanpa aba-aba, para prajurit pun bersiap melesatkan serangan terdahsyat mereka ke negeri Alengka, namun mereka melupakan sesuatu, yaitu untuk membawa senjata bertempur, karena memang tujuan mereka sebenarnya datang ke Alengka haya untuk pelesiran. (koruptor yang dipenjara saja masih bisa pelesiran ke Bali)

Akhirnya para prajurit Rahwana pun memungut senjata seadanya yang ada di dekat mereka, yaitu berupa telur busuk yang lebih busuk dari pada telur busuk yang di lesatkan ke muka busuk sang Raja.

Tak mau kalah, para prajurit Alengka melemparkan kotoran sapi yang ada di ladang gandum terdekat ke arah pleton prajurit Rahwana. Rahwana pun menjadi sasaran empuk karena dia selalu berada paling depan. Tak terhitung berapa ton kotoran sapi yang telah dilesatkan ke arahnya.

Perang berlangsung selama beberapa minggu dengan kekuatan para pasukan yang sama kuat dari kedua belah pihak. Tak hanya kotoran sapi, para prajurit menyerang dengan kotoran yang lainnya, kotoran kuda, kerbau, kucing, anjing, bahkan (ehhmm, maaf bagi yang sedang makan) kotoran prajurit itu sendiri.

Konon aroma busuk dari peperangan kotoran itu sampai masuk ke ruangan-ruangan Istana Para Dewa di Kahyangan.

>> bersambung…😉

_________________________________________________________________________

Cerita ini hanyalah fiktif dan karangan Fauzi semata, jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, waktu, cerita, baju, celana, gaya rambut, kumis, dan yang lainnya, mohon dimaafkan. Cerita ini juga TIDAK dimaksudkan untuk menghina, memojokan, mencela suatu Agama, Kelompok, Masyarakat, Presiden, Pak Haji, dan RT/RW setempat.
Mohon jangan mencela CerCur (Cerita anCur) ini jika tidak berkenan dengan selera humor sodara-sodari, sayah hanya mengutarakan ide dalam otak sayah.

Copyright and Original Story by Fauzi, jika anda baca CerCur seperti ini di blog atau situs lain, itu berarti mereka CoPas dari sini. (PD, kayak ada aja yang mau CoPas):mrgreen:

Gambar by wayang.wordpress.com

5 Tanggapan to “CerCur: Kisah Rahwana Dan Negeri Alengka -Episode1-”

  1. Dina Aprilia Says:

    hihihi…ada2 aja mas ini…
    lucu mas ceritanya…:mrgreen:

  2. grosir baju Says:

    hehe lucu banget ceritanya

  3. kembang desa Says:

    terimakasih dengan adanya artikel ini saya mendapat pengetahuan baru yang cukup bermanfaat ditunggu artikel berikutnya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: